Skip navigation

Bandung, Maret 2008

Disiapkan untuk Ruang Silaturahim,

Astro TV/Mitra Media Komunika

MENSIASATI RUMAH DENGAN LAHAN KECIL

Permasalahan pada rumah dengan lahan kecil.

Pada umumnya, pemilik rumah menginginkan untuk memaksimalkan luas bangunan sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung lahan. Akan tetapi, dengan sejumlah kebutuhan ruang yang relatif padat tersebut, tetap menginginkan agar rumahnya berkesan/terasa luas,.

Akibatnya adalah bangunan cenderung menempel/ berdempetan dengan tetangga, kesulitan mendapatkan sumber cahaya dan sirkulasi udara pada ruang bagian tengah dan belakang. Dengan berkurangnya jumlah cahaya yang masuk, yang terjadi justru ruangan akan makin terasa sempit.

Permasalahan teknis biasanya juga muncul, terutama berkaitan dengan sambungan-sambungan atap. Banyaknya lekuk-lekuk ruang yang mempengaruhi bentuk atap, serta sambungan dengan dinding yang berdempetan dengan tetangga cenderung menghambat jalannya air dan menciptakan sambungan-sambungan antar material yang rentan bocor.

Kesulitan lain pada rumah dengan program ruang yang padat adalah bagaimana memperbanyak akses visual. Banyaknya dinding penyekat mengakibatkan pandangan hanya sebatas ukuran kamar, yang rata-rata berukuran 3×4 saja.

Tangga sebagai akses vertikal yang harus ada untuk rumah 2 lantai. Ukuran tangga dan perletakannya seringkali menjadi masalah unutk sebuah rumah kecil 2 lantai. Antara faktor kenyamanan, fungsi dan kebutuhan ruang besar seringkali beradu untuk menjadi pemenang.

Potensi tersembunyi pada rumah kecil

Ruang di bawah atap

Bila kita naik ke atas langit-langit, seringkali kita merasa menemukan ruangan lagi di bawah atap, sebagai akibat dari kemiringan atap. Bila kita olah dengan cerdik, dapat dimanfaatkan sebagai area perluasan rumah.

Halaman depan rumah

Halaman depan rumah, jalan, langit diatas, seberapapun luasnya dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses visual ruang-ruang terdekat (bagian depan rumah)

Halaman belakang/samping

Halaman belakang, samping, tengah sekecil apapun bila mungkin untuk diadakan. Dengan mempertahankan yang kecil, ruang-ruang diantaranya akan berkesan lebih besar.

Minimal rangka atap

Jarak antar dinding yang rapat meminimalkan rangka atap

Konsep yang dapat dikembangkan

‘Borrowing space’

Dengan pola bukaan (jendela) yang lebar, sampai bawah, kita dapat memanfaatkan ruangan/ pemandangan terdekat sebagai area perluasan visual (meminjam/memanfaatkan ruangan lain seolah-olah milik ruangan tempat kita berdiri), sehingga ruangan tidak berkesan sempit.

innercourt

ruang terbuka di tengah rumah berfungsi sebagai paru-paru rumah yang akan mendorong udara untuk mengalir, serta sumber cahaya untuk ruangan-ruangan di sekitarnya.

Diagonal view

Jarak diagonal ruang lebih panjang dibandingkan jarak tepi ruang. Beberapa ruang/perletakan furniture dapat disusun secara diagonal sehingga memungkinkan untuk melihat beberapa ruang tersebut secara langsung dan berkesan lebih luas.

Void & ruang tangga

Void dan ruang tangga merupakan penghubung antara lantai 1 dan 2. Selain menyediakan akses visual secara vertikal (berkesan lebih grand, tinggi, luas), juga dapat memperbesar volume udara pada ruang, karena dengan adanya void dan ruang tangga, volume udara antara lantai 1 dan 2 menyatu, sehingga suhu ruangan lebih dingin.

Menyederhanakan bentuk atap

Makin sedikit lipatan dan sambungan (atau tidak ada sama sekali) makin aman dari kemungkinan bocor.

Menyatukan ruang-ruang publik

Beberapa ruang yang bersifat publik ( ruang keluarga, ruang makan, teras ) dapat disatukan untuk menghemat sirkulasi, dan memberikan kesan lebih luas.

Floor to floor tidak harus 3 m

Pada rumah kecil pada umunya ruangannya juga kecil-kecil, dengan demikian, ketinggian bangunan/ruang juga tidak harus standar di 3 meter, agar ruangan tidak berbentuk tabung/corong dan biaya konstruksi menjadi lebih hemat.

Warna cenderung terang (putih). Warna aksen hanya pada dinding yang deiterangi oleh cahaya.

Warna cat terang akan memantulkan cahaya lebih banyak, sehingga ruangan menjadi lebih terang dan berkesan lebih luas. Warna-warna gelap cukup sebagai aksen dan diletakkan di dekat sumber cahaya, sehingga warnanya akan terlihat apa adanya.

%d bloggers like this: